ONLINE SAFETY RULES FOR KIDS

Kemajuan teknologi informasi selain memberikan berbagai manfaat dan kemudahan, juga berdampak sebaliknya. Banyak kasus kriminalitas memanfaatkan teknologi ini, terutama pada anak dan remaja yang terkadang masih belum menyadari berbagai risiko yang dihadapi. Telah banyak terjadi kasus cybercrime pada anak, terutama di negara-negara maju, antara lain penculikan, perkosaan, perampokan hingga yang berakibat fatal seperti pembunuhan serta bunuh diri akibat cyberbullying (cyberbullying adalah tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang mencoba melalukan ancaman, mengusik atau mempermalukan orang lain dengan menggunakan internet atau ponsel). Kanada, sbg ct, adalah negara yang pertama kali memberikan akses gratis internet di semua sekolah. Selain berdampak positif, ini juga meningkatkan angka kriminalitas terkait kejahatan dunia maya pada anak. Karenanya dibentuk salah satu divisi kepolisian yang menangani kasus terkait cybercrime pada anak, termasuk membuka hotline service untuk menerima pengaduan anak.
Sebagai orangtua, kita wajib membekali anak dengan berbagai rambu dan menerapkan aturan yang disepakati bersama untuk berselancar di dunia maya.
Jelaskan pada anak tentang aturan main ketika online. Ajarkan pada anak untuk tidak mempercayai seseorang yang dia kenal melalui internet, karena mungkin orang tersebut memberikan identitas palsu dengan tujuan tertentu. Aturan ini tidak berbeda dengan yang berlaku di dunia nyata, yaitu jangan pernah percaya terhadap orang asing. Jelaskan pada anak tentang contoh kasus cyber crime serta berbagai risiko serta bahaya yang dapat terjadi ketika online. Minta anak untuk berjanji hal-hal berikut : (tulis pada selembar kertas, ditandatangani oleh anak dan orangtua dan ditempel di dekat komputer atau meja belajar anak) :

  1. Saya tidak akan pernah memberikan informasi pribadi apapun tanpa persetujuan orang tua. Termasuk : nama, nomor telepon, alamat rumah, email, lokasi sekolah, pekerjaan, alamat kantor, no telp orang tua, no kartu kredit serta foto diri. Ini diterapkan di aplikasi manapun di internet, termasuk email, chat rooms, newsgroups – bahkan untuk situs yang menawarkan produk gratis atau hadiah menarik, atau pada situs pribadi yang saya buat sendiri.
  2. Ketika menggunakan internet, saya akan selalu menggunakan nama alias atau nama panggilan yang tidak menunjukkan apakah saya lelaki atau perempuan.
  3. Ketika membuat password, saya akan menggunakan yang sulit untuk ditebak tetapi mudah untuk saya ingat. Untuk menghindari agar tidak dicuri, saya tidak akan memberitahukannya kepada siapapun (kecuali orangtua) termasuk kepada sahabat saya.
  4. Saya tidak akan memberikan respon kepada pesan apapun yang membuat saya merasa tidak nyaman. Saya akan menunjukkan kepada orang dewasa (orangtua, guru) segera
  5. Saya akan berencana bertemu dengan teman yang saya kenal di internet hanya jika diijinkan dan didampingi oleh orang tua.
  6. Saya tidak akan mengirim pesan/komen yang mengganggu atau kasar kepada siapapun secara online. .
  7. Saya tidak akan menonaktifkan (disable) filtering software apapun yang dipasang oleh orangtua di komputer.
  8. Saya tidak akan membuka email, files, links, gambar atau game dari orang yang tidak saya kenal atau saya percaya. Saya akan selalu bertanya dulu kepada orangtua.

Orangtua pun harus berjanji untuk memantau kegiatan anak di internet dan menyediakan waktu untuk menemani anak bertemu teman barunya dari dunia maya.
Untuk situs jejaring sosial, minta pada anak untuk tidak sembarangan mengconfirm permintaan pertemanan atau menambahkan sebagai teman, orang yang tidak dikenal sebelumnya. Juga atur agar tidak semua bisa melihat profil anak tetapi batasi hanya pada teman saja atau hanya yang benar-benar dipercaya. Akan lebih aman jika anak tidak meng-upload foto pribadinya ke internet, dan jika dilakukan, batasi kpd siapa foto tsb dishare. Orangtua juga harus selalu memantau kegiatan anak ketika dia online, baik saat browsing atau aktivitas lainnya seperti di situs jejaring sosial, game online, chat room dll.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orangtua untuk gagap teknologi sehingga tidak paham apa saja yang dilakukan anaknya di dunia maya dan tidak menyadari bahaya dan risiko yang mengancam anaknya.

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

*

  • Categories

  • Archives

Skip to toolbar