Ponsel, Radiasi dan Kesehatan Anak

Saat ini anak tumbuh di lingkungan radiasi frekuensi radio yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Di Amerika saja, sekitar 20 juta anak di bawah usia 14 tahun memiliki ponsel. Ilmuwan dan pembuat kebijakan di negara2 dgn tekn cerdas spt Finlandia makin peduli bahwa penggunaan alat-alat ini membahayakan otak. Case plastik baby rattle iPhone melindungi layar kaca ponsel agar tidak pecah ketika digigit oleh bayi, tetapi tidak melindungi otak bayi dari radiasi gelombang mikro digital.
Perkembangan wireless gadget mengabaikan isu kesehatan kritis untuk wanita hamil, pria yang berkeingingan memiliki anak, dan juga anak-anak itu sendiri. Bukti ilmiah menunjukkan radiasi non-pengion atau gelombang mikro merusak otak dan sperma pada binatang percobaan.
Ponsel adalah radio gelombang mikro dua jalur dengan getaran intermittent dan tidak stabil, tidak seperti oven microwave yang beroperasi pada frekuensi yang tetap. Radiasi gelombang mikro yang lemah dan tak teratur dari ponsel dan tablet tidak dapat secara langsung memecah ikatan molekuler, tetapi dapat mengacaukan DNA, melemahkan penghalang pelindung pada otak dan melepaskan radikal bebas yang merusak dan reaktif. Otak anak yang berusia 5 tahun, baik yang sehat atau tidak, dibungkus oleh tengkorak yang tipis dan mengandung lebih banyak cairan dibanding otak orang dewasa. Sumsum tulang di kepala anak menyerap radiasi 10 kali lebih banyak dibanding orang dewasa, bayi dan anak di bawah 3 tahun bahkan menyerap lebih banyak lagi.

Beberapa orangtua memuji aplikasi untuk bayi seperti One Fish Two Fish, Peekaboo Farm, dan Twinkle Twinkle Little Star yang sebenarnya hanya menggelikan dan membingungkan bayi. The American Academy of Pediatrics mengingatkan bahwa anak-anak lebih membutuhkan waktu untuk berinteraksi secara nyata daripada berinteraksi dengan layar, lebih membutuhkan pangkuan dan dekapan daripada berbagai aplikasi dlm ponsel.
Kemampuan untuk belajar bagaimana mengucapkan berbagai kata serta belajar berpikir bahwa yang lain perlu untuk memegang, meraba, mencium,melihat dan mendengarkan orang yang nyata dan tidak dapat digantikan dengan teknologi yang berbahaya ini.
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengguna ponsel secara teratur setengah jam sehari atau lebih selama sepuluh tahun meningkatkan risiko kanker otak dua kali lipat, dan mereka yang memulai penggunaan ponsel pada usia belasan memiliki risiko empat hingga lima kali lipat dalam jangka waktu kurang dari sepuluh tahun. Paparan terhadap radiasi dari ponsel juga memegang peran penting bagi berbagai masalah lain, seperti berkurangnya atensi dan pendengaran, autisme, perubahan perilaku, insomnia, berdengingnya telinga (tinnitus), Parkinsons, Alzheimer’s dan berbagai gangguan sistem saraf lainnya.
Temuan lain dikemukakan oleh Prof. Nesrin Seyhan, dari Biophysics Department, Gazi University, Ankara, Turkey, menunjukkan paparan pada masa kehamilan tikus dan kelinci menghasilkan sel-sel otak yang lebih sedikit, dan mereka yang mampu bertahan hidup mengalami berbagai gangguan pada otak, ginjal, sistem reproduksi dan mata.
Riset lain pada proyek European Union Reflex menemukan bahwa paparan radiasi ponsel secara langsung merusak sel-sel otak manusia.
Penelitian yang dilakukan oleh dua kelompok ahli kesehatan reproduksi pria, Prof. Ashok Agarwal dari Cleveland Clinic dan Sir Robert John Aitken dari Australia’s Newcastle University, menyatakan bahwa sperma manusia yang terpapar radiasi ponsel mati tiga kali lebih cepat, dan berenang lebih buruk secara signifikan, lebih terdeformasi (mengalami perubahan bentuk) serta lebih mengalami kerusakan perkembangan secara signifikan pada sperma DNA. Oleh karena itu lebih bijaksana jika tidak menyimpan ponsel di kantong dan menghindarkan kontak dengan bagian perut wanita hamil dan dengan anak remaja. Ini seharusnya menjadi anjuran medis standar.
Tidak diketahui dosis standar yang aman dari radiasi ponsel bagi wanita hamil, bayi, anak-anak dan pria yang ingin memiliki anak. Semua peringatan keamanan untuk ponsel (contoh : jaga jarak 2.54 inchi (± 6,5 cm) dari daerah perut) disimpulkan dari kelompok orang yang berkomunikasi dengan ponsel kurang dari setengah jam per hari. Rata-rata berat kepala anak tiga tahun setengah dari standar yang digunakan.
Ponsel hanya salah satu sumber paparan radiasi gelombang mikro. iPads dan sistem tablet nirkabel lain mengeluarkan radiasi juga, meskipun iPads memiliki sensor otomatis yang mengurangi radiasi ketika alat tersebut digunakan dekat dengan tubuh. safety material iPad merekomendasikan pengguna memegang alat tersebut 8 inchi (±20 cm) dari tubuh orang dewasa, suatu jarak yang jauh melebihi jangkauan lengan sebagian besar anak batita. Namun bahkan saat ini bayi dan anak batita belajar membaca dari perangkat ini dan tertidur dengan bunyi yang dimainkan dari ponsel yang diletakkan di bawah bantal yang dikoneksikan dengan wireless routers.
Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dari emisi radiasi gadget high-tech?
Ketika menggunakan piranti elektronik, peringatan keamanan (yang seringkali letaknya tersembunyi) harus diperhatikan, ingatlah : jarak adalah teman kita (lebih aman jarak lebih jauh)
• JAngan memegang ponsel secara langsung di kepala, gunakan headset atau speakerphone untuk berbicara dengan ponsel.
• Wanita hamil seharusnya menjauhkan ponsel dari area perut, pria ygn ingin memiliki anak jangan menyimpan ponsel di saku.
• Jangan membiarkan anak bermain dengan ponsel. Anak yang lebih dewasa semestinya menggunakan headset ketika berbicara melalui ponsel.
• Matikan wireless router pada malam hari untuk meminimalkan paparan radiasi.
• Perbanyak mengkonsumsi sayuran hijau dan tidur malam di ruang gelap untuk meningkatkan proses alami perbaikan DNA yang mungkin telah rusak karena radiasi.

http://healthychild.org/blog/comments/011812_cell_phones_radiation_your_childs_health/#ixzz1kBAylqrQ

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

*

  • Categories

  • Archives

Skip to toolbar