ancaman kanker dari pengharum ruangan

Suara Merdeka CyberNews 14 Mei 2009

PENGGUNAAN pengharum ruangan (air freshener) makin menjadi kebutuhan masyarakat seiring dengan berubahnya gaya hidup maodern yang serbapraktis. Tidak saja digunakan di ruang kerja, alat transportasi seperti mobil, bus, dan kereta api, serta rumah-rumah tinggal pun kerap memakainya.

Di AS, lebih dari 80 persen rumah tangga menggunakannya dalam berbagai bentuk, seperti air freshener, plug-in room deodorizer, odor neutralizer, air sanitizer, room spray, dan lilin aromaterapi. Tujuannya agar rumah menjadi lebih segar dan harum. Sayangnya, kita tak menyadari ada racun dalam udara yang dihirup.

Hasil riset Natural Resources Defense Council (NRDC) AS menunjukkan, pengharum ruangan sintetis justru mengisi rumah dengan bahan kimia berbahaya. Produk ini sama sekali tidak menghilangkan odor (bau/aroma), tetapi menggunakan beberapa cara untuk membuat kita menyangka baunya sudah hilang.

NRDC melakukan pengujian pada 14 produk pengharum ruangan, termasuk yang berlabel all natural, dan menemukan hampir semua (kecuali dua produk) mengandung phtalate, yaitu bahan kimia sintetik yang dapat mengakibatkan asma, gangguan endokrin, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya. Phtalate diketahui mengganggu produksi hormon dan testosteron. Anak-anak dan bayi rentan terhadap bahan ini.

Pemerintah California juga menyatakan, lima jenis phtalate —termasuk yang ditemukan pada air freshener— dapat berakibat gangguan reproduksi atau cacat bawaan. Kandungan phtalate yang ditemukan berkisar 0,12 – 7.300 ppm, suatu jumlah yang luar biasa.

Hasil penelitian lainnya yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyebutkan, penggunaan pengharum dalam bentuk spray sangat meningkatkan risiko serangan asma.

Kesimpulannya, pengharum ruangan seharusnya tidak digunakan dalam rumah sehat. (Yusniar Hanani D STP MKes, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip-32)

#://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/05/14/63436/Ancaman.Kanker.dari.Pengharum.Ruangan

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

*

  • Categories

  • Archives

Skip to toolbar