REFLEKSI DIRI : YANG TERTIPU DUNIA

Selayaknya orang yg akan melakukan perjalanan jauh, tentu ia akan mempersiapkan bekal sebaik-baiknya agar jangan sampai terjadi kesukaran di perjalanan dan sampai di tujuan yang diinginkan.  Sesuatu yg pasti bahwa kita akan mati dan perjalanan menuju kehidupan lain akan kita jalani.  Adakah kita sudah mempersiapkan bekal sebaik-baiknya, sedangkan kita tak pernah bisa kembali untuk mengambil bekal yang tertinggal atau untuk menambah bekal yang tak mencukupi ?  Habis waktu, tenaga, daya dan upaya untuk mengumpulkan harta yang tak kita bawa, sebagian waktu bahkan terbuang percuma untuk yang tak bermanfaat.  Kita lakukan semua demi orang-orang yg kita cintai, yang tak akan menemani ketika kita masuk ke lubang sempit tertimbun tanah dan menjadi santapan cacing. Sedang kita melupakan hari perjumpaan dengan Sang Maha Penyayang, yang memberi kita makan ketika lapar, memberi minum ketika haus, memberi pakaian untuk menutupi malu, dan yang menyembuhkan ketika sakit. Bukankah Dia lebih layak mendapat semua pengabdian kita ?
Sedikit sekali kita sisihkan waktu tuk persiapkan bekal  perjalanan menemui-Nya, hanya di sisa-sisa waktu yang ada.
Adakah kita ini orang yang cerdas ataukah sebaliknya ? atau hanya seorang yang tak tau diri ?
Sudah seringkali Allah mengingatkan bahwa dunia itu hanya kesenangan yang memperdaya, yang melenakan, tapi kenapa masih saja kita tertipu ?

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.  Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.  Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan.  Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (QS Ali ‘Imran : 185)

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (QS Al Hadid : 20)

ONLINE SAFETY RULES FOR KIDS

Kemajuan teknologi informasi selain memberikan berbagai manfaat dan kemudahan, juga berdampak sebaliknya. Banyak kasus kriminalitas memanfaatkan teknologi ini, terutama pada anak dan remaja yang terkadang masih belum menyadari berbagai risiko yang dihadapi. Telah banyak terjadi kasus cybercrime pada anak, terutama di negara-negara maju, antara lain penculikan, perkosaan, perampokan hingga yang berakibat fatal seperti pembunuhan serta bunuh diri akibat cyberbullying (cyberbullying adalah tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang mencoba melalukan ancaman, mengusik atau mempermalukan orang lain dengan menggunakan internet atau ponsel). Kanada, sbg ct, adalah negara yang pertama kali memberikan akses gratis internet di semua sekolah. Selain berdampak positif, ini juga meningkatkan angka kriminalitas terkait kejahatan dunia maya pada anak. Karenanya dibentuk salah satu divisi kepolisian yang menangani kasus terkait cybercrime pada anak, termasuk membuka hotline service untuk menerima pengaduan anak.
Sebagai orangtua, kita wajib membekali anak dengan berbagai rambu dan menerapkan aturan yang disepakati bersama untuk berselancar di dunia maya.
Jelaskan pada anak tentang aturan main ketika online. Ajarkan pada anak untuk tidak mempercayai seseorang yang dia kenal melalui internet, karena mungkin orang tersebut memberikan identitas palsu dengan tujuan tertentu. Aturan ini tidak berbeda dengan yang berlaku di dunia nyata, yaitu jangan pernah percaya terhadap orang asing. Jelaskan pada anak tentang contoh kasus cyber crime serta berbagai risiko serta bahaya yang dapat terjadi ketika online. Minta anak untuk berjanji hal-hal berikut : (tulis pada selembar kertas, ditandatangani oleh anak dan orangtua dan ditempel di dekat komputer atau meja belajar anak) :

  1. Saya tidak akan pernah memberikan informasi pribadi apapun tanpa persetujuan orang tua. Termasuk : nama, nomor telepon, alamat rumah, email, lokasi sekolah, pekerjaan, alamat kantor, no telp orang tua, no kartu kredit serta foto diri. Ini diterapkan di aplikasi manapun di internet, termasuk email, chat rooms, newsgroups – bahkan untuk situs yang menawarkan produk gratis atau hadiah menarik, atau pada situs pribadi yang saya buat sendiri.
  2. Ketika menggunakan internet, saya akan selalu menggunakan nama alias atau nama panggilan yang tidak menunjukkan apakah saya lelaki atau perempuan.
  3. Ketika membuat password, saya akan menggunakan yang sulit untuk ditebak tetapi mudah untuk saya ingat. Untuk menghindari agar tidak dicuri, saya tidak akan memberitahukannya kepada siapapun (kecuali orangtua) termasuk kepada sahabat saya.
  4. Saya tidak akan memberikan respon kepada pesan apapun yang membuat saya merasa tidak nyaman. Saya akan menunjukkan kepada orang dewasa (orangtua, guru) segera
  5. Saya akan berencana bertemu dengan teman yang saya kenal di internet hanya jika diijinkan dan didampingi oleh orang tua.
  6. Saya tidak akan mengirim pesan/komen yang mengganggu atau kasar kepada siapapun secara online. .
  7. Saya tidak akan menonaktifkan (disable) filtering software apapun yang dipasang oleh orangtua di komputer.
  8. Saya tidak akan membuka email, files, links, gambar atau game dari orang yang tidak saya kenal atau saya percaya. Saya akan selalu bertanya dulu kepada orangtua.

Orangtua pun harus berjanji untuk memantau kegiatan anak di internet dan menyediakan waktu untuk menemani anak bertemu teman barunya dari dunia maya.
Untuk situs jejaring sosial, minta pada anak untuk tidak sembarangan mengconfirm permintaan pertemanan atau menambahkan sebagai teman, orang yang tidak dikenal sebelumnya. Juga atur agar tidak semua bisa melihat profil anak tetapi batasi hanya pada teman saja atau hanya yang benar-benar dipercaya. Akan lebih aman jika anak tidak meng-upload foto pribadinya ke internet, dan jika dilakukan, batasi kpd siapa foto tsb dishare. Orangtua juga harus selalu memantau kegiatan anak ketika dia online, baik saat browsing atau aktivitas lainnya seperti di situs jejaring sosial, game online, chat room dll.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orangtua untuk gagap teknologi sehingga tidak paham apa saja yang dilakukan anaknya di dunia maya dan tidak menyadari bahaya dan risiko yang mengancam anaknya.

Ponsel, Radiasi dan Kesehatan Anak

Saat ini anak tumbuh di lingkungan radiasi frekuensi radio yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Di Amerika saja, sekitar 20 juta anak di bawah usia 14 tahun memiliki ponsel. Ilmuwan dan pembuat kebijakan di negara2 dgn tekn cerdas spt Finlandia makin peduli bahwa penggunaan alat-alat ini membahayakan otak. Case plastik baby rattle iPhone melindungi layar kaca ponsel agar tidak pecah ketika digigit oleh bayi, tetapi tidak melindungi otak bayi dari radiasi gelombang mikro digital.
Perkembangan wireless gadget mengabaikan isu kesehatan kritis untuk wanita hamil, pria yang berkeingingan memiliki anak, dan juga anak-anak itu sendiri. Bukti ilmiah menunjukkan radiasi non-pengion atau gelombang mikro merusak otak dan sperma pada binatang percobaan.
Ponsel adalah radio gelombang mikro dua jalur dengan getaran intermittent dan tidak stabil, tidak seperti oven microwave yang beroperasi pada frekuensi yang tetap. Radiasi gelombang mikro yang lemah dan tak teratur dari ponsel dan tablet tidak dapat secara langsung memecah ikatan molekuler, tetapi dapat mengacaukan DNA, melemahkan penghalang pelindung pada otak dan melepaskan radikal bebas yang merusak dan reaktif. Otak anak yang berusia 5 tahun, baik yang sehat atau tidak, dibungkus oleh tengkorak yang tipis dan mengandung lebih banyak cairan dibanding otak orang dewasa. Sumsum tulang di kepala anak menyerap radiasi 10 kali lebih banyak dibanding orang dewasa, bayi dan anak di bawah 3 tahun bahkan menyerap lebih banyak lagi.

Beberapa orangtua memuji aplikasi untuk bayi seperti One Fish Two Fish, Peekaboo Farm, dan Twinkle Twinkle Little Star yang sebenarnya hanya menggelikan dan membingungkan bayi. The American Academy of Pediatrics mengingatkan bahwa anak-anak lebih membutuhkan waktu untuk berinteraksi secara nyata daripada berinteraksi dengan layar, lebih membutuhkan pangkuan dan dekapan daripada berbagai aplikasi dlm ponsel.
Kemampuan untuk belajar bagaimana mengucapkan berbagai kata serta belajar berpikir bahwa yang lain perlu untuk memegang, meraba, mencium,melihat dan mendengarkan orang yang nyata dan tidak dapat digantikan dengan teknologi yang berbahaya ini.
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengguna ponsel secara teratur setengah jam sehari atau lebih selama sepuluh tahun meningkatkan risiko kanker otak dua kali lipat, dan mereka yang memulai penggunaan ponsel pada usia belasan memiliki risiko empat hingga lima kali lipat dalam jangka waktu kurang dari sepuluh tahun. Paparan terhadap radiasi dari ponsel juga memegang peran penting bagi berbagai masalah lain, seperti berkurangnya atensi dan pendengaran, autisme, perubahan perilaku, insomnia, berdengingnya telinga (tinnitus), Parkinsons, Alzheimer’s dan berbagai gangguan sistem saraf lainnya.
Temuan lain dikemukakan oleh Prof. Nesrin Seyhan, dari Biophysics Department, Gazi University, Ankara, Turkey, menunjukkan paparan pada masa kehamilan tikus dan kelinci menghasilkan sel-sel otak yang lebih sedikit, dan mereka yang mampu bertahan hidup mengalami berbagai gangguan pada otak, ginjal, sistem reproduksi dan mata.
Riset lain pada proyek European Union Reflex menemukan bahwa paparan radiasi ponsel secara langsung merusak sel-sel otak manusia.
Penelitian yang dilakukan oleh dua kelompok ahli kesehatan reproduksi pria, Prof. Ashok Agarwal dari Cleveland Clinic dan Sir Robert John Aitken dari Australia’s Newcastle University, menyatakan bahwa sperma manusia yang terpapar radiasi ponsel mati tiga kali lebih cepat, dan berenang lebih buruk secara signifikan, lebih terdeformasi (mengalami perubahan bentuk) serta lebih mengalami kerusakan perkembangan secara signifikan pada sperma DNA. Oleh karena itu lebih bijaksana jika tidak menyimpan ponsel di kantong dan menghindarkan kontak dengan bagian perut wanita hamil dan dengan anak remaja. Ini seharusnya menjadi anjuran medis standar.
Tidak diketahui dosis standar yang aman dari radiasi ponsel bagi wanita hamil, bayi, anak-anak dan pria yang ingin memiliki anak. Semua peringatan keamanan untuk ponsel (contoh : jaga jarak 2.54 inchi (± 6,5 cm) dari daerah perut) disimpulkan dari kelompok orang yang berkomunikasi dengan ponsel kurang dari setengah jam per hari. Rata-rata berat kepala anak tiga tahun setengah dari standar yang digunakan.
Ponsel hanya salah satu sumber paparan radiasi gelombang mikro. iPads dan sistem tablet nirkabel lain mengeluarkan radiasi juga, meskipun iPads memiliki sensor otomatis yang mengurangi radiasi ketika alat tersebut digunakan dekat dengan tubuh. safety material iPad merekomendasikan pengguna memegang alat tersebut 8 inchi (±20 cm) dari tubuh orang dewasa, suatu jarak yang jauh melebihi jangkauan lengan sebagian besar anak batita. Namun bahkan saat ini bayi dan anak batita belajar membaca dari perangkat ini dan tertidur dengan bunyi yang dimainkan dari ponsel yang diletakkan di bawah bantal yang dikoneksikan dengan wireless routers.
Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dari emisi radiasi gadget high-tech?
Ketika menggunakan piranti elektronik, peringatan keamanan (yang seringkali letaknya tersembunyi) harus diperhatikan, ingatlah : jarak adalah teman kita (lebih aman jarak lebih jauh)
• JAngan memegang ponsel secara langsung di kepala, gunakan headset atau speakerphone untuk berbicara dengan ponsel.
• Wanita hamil seharusnya menjauhkan ponsel dari area perut, pria ygn ingin memiliki anak jangan menyimpan ponsel di saku.
• Jangan membiarkan anak bermain dengan ponsel. Anak yang lebih dewasa semestinya menggunakan headset ketika berbicara melalui ponsel.
• Matikan wireless router pada malam hari untuk meminimalkan paparan radiasi.
• Perbanyak mengkonsumsi sayuran hijau dan tidur malam di ruang gelap untuk meningkatkan proses alami perbaikan DNA yang mungkin telah rusak karena radiasi.

http://healthychild.org/blog/comments/011812_cell_phones_radiation_your_childs_health/#ixzz1kBAylqrQ

Materi Ekologi Kesehatan S1

Materi kuliah Ekolkes S1 bisa diunduh dengan mengklik link berikut :

01ECOLOGY

 

Materi Teknologi Pengolahan Limbah Smt 3 Magister Kesehatan Lingkungan

Materi kuliah Tekn. Pengolahan Limbah bagi mahasiswa smt 3 Magister Kesehatan Lingkungan bisa didownload dengan neng-klik file berikut :

1. INTRO

2. WASTEWATER CHARACT

3. SEWAGE TREATMENT PLANT

4. PRELIMINARY

semoga bermanfaat

Referensi mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah S2 Magister Kesehatan Lingkungan UNDIP

Referensi untuk mata kuliah Tekonologi Pengolahan Limbah bagi

mhsw S2 Magister Kesehatan Lingkungan bisa diunduh dengan

mengklik judul ebook di bawah ini :

Industrial Wastewater Treatment

Workshop Pengembangan Website Jurnal Ilmiah Online World Class University Program for Improvement of Diponegoro University Website

Salatiga, Grand Wahid Hotel, 21 – 23 Okt 2010

Telah diadakan pelatihan tentang pengelolaan jurnal online di lingkungan UNDIP, diikuti 100 peserta dari berbagai fakultas dan program studi serta program pasca sarjana yang telah memiliki jurnal ilmiah yang siap untuk dipublish secara online. Dari Program Magister Kesehatan Lingkungan, dikirim 2 orang (Yusniar dan Tri Ratna) mewakili Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.  Diharapkan pengelolaan jurnal ilmiah secara online di lingkungan Undip dapat mendukung program pengenmbangan WCU

Tentang tugas Review Article

Untuk tugas individu membuat review article, contoh dapat dilihat pada artikel berikut :

Occupational and Environmental toxicology

dengan ketentuan :

1. font Arial 11

2. spasi 1,5

3. tidak perlu dibuat 3 atau 2 kolom, cukup 1 saja

4. Sitasi dengan sistem Vancouver (penomoran sesuai urutan pemunculan di naskah)

5. Referensi minimal 10, tidak boleh menggunakan blog pribadi

6. Draft naskah bisa segera dikumpulkan via email minggu depan

terima kasih

materi Ecosystem Sustainability

materi kuliah Ekologi Kesehatan untuk mhsw smt 1 Magister Kesehatan Lingkungan bisa diunduh di sini

SUSTAINABILITY

Tugas 2 Dasar Kesehatan Lingkungan

Tugas ke-2 Mata Kuliah Dasar Kesehatan Lingkungan bagi mahasiswa R1 dan R2 FKM UNDIP tentang toksikologi silakan diunduh di sini :

TUGAS 2 DKL 2010

Jawaban via email paling lambat 30 September 2010 ke alamat darundia@gmail.com

Terimakasih

Selamat mengerjakan