TANDA-TANDA CINTA

Mengaku cinta dan mengklaim diri sebagai pencinta tentu sangat mudah.  Tp benarkah kita sudah mencintai-Nya atau justru kita lebih mencintai selainNya namun tetap sj mengaku seorang mukmin ?
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah.  Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cintanya kepada Allah … “ (QS 2 : 165)
Kita memang tak menyembah selainNya, tapi seringkali lebih mementingkan hubungan dengan yang lain (pekerjaan, keluarga dll) daripada mendahulukan dan menjaga hubungan kita denganNya. Sudah saatnya bercermin siapakah diri ini sebenarnya, apakah seorang pencinta atau hanya bisa mengaku sebagai pencinta saja ? seorang mukmin sejati atau hanya mengklaim diri sebagai mukmin ?
Berikut indikatornya :
1.       Menjual jiwa kepada Allah
Ia hanya akan marah karena Allah, ridho karena Allah, berani karena Allah, memberi karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. (insyaAllah contohnya lain kali)
2.       Selalu melaksanakan ketaatan dan meninggalkan larangan
Orang yang mendengar seruan adzan, tapi tidak mau datang ke masjid tanpa ada udzur, atau menunda shalat karena sibuk nonton teve atau yg lain, maka jelas ia tidak cinta kepada Allah.  Orang yang meninggalkan al Qur’an, tidak membaca dan merenunginya, lebih menyukai membaca majalah atau koran, maka ia tidak cinta kepada Allah.  Orang yang lebih suka bergaul dengan yang berakhlak buruk daripada orang shalih, maka ia juga tidak mencintaiNya.  Orang yang enggan melaksanakan amalan-amalan sunnah, pdhl ia sehat dan memiliki keleluasaan waktu, lebih suka melalukan yang tak bermanfaat dan membuang waktu percuma, maka sebenarnya ia tidak mencintai Allah.
Dalam kitab Madariju ‘s Salikin, Ibnul Qoyyim menyebutkan sepuluh indikasi cinta kepada Allah. Salah satunya adalah membaca al Qur’an dan merenunginya.  Karenanya jika kita melihat seseorang mencintai mushaf dan begitu menikmati membacanya (mentadaburi, tdk skdr memperindah bacaan), maka ia termasuk orang-orang yang mencintai Allah, karena al Qur’an adalah kalamullah.  Berinteraksi dengan al Qur’an berarti berbincang dan berkomunikasi dengan Allah.
3.       Banyak berdzikir
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS 13 : 28)
“Karena itu, ingatlah kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS 2 : 152)
Rasulullah SAW : “Hendaklah lisanmu senantiasa basah karena digunakan untuk dzikrullah”
Manusia yang tidak mau berdzikir dan sedikit menyebut nama Allah, maka ia serupa dengan orang munafik yang disebutkan dalam firmanNya :
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.  Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.  Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS 4 : 142)
4.       Mengagungkan syiar-syiar agama Islam
Diceritakan bahwa Ibrohim bin Adham pernah masuk ke sebuah pasar, lalu mendapatkan selembar kertas terserak di tanah, padahal di dalamnya tertulis kata “Allah”. Maka beliau pun berkata “Ya Allah, Maha Suci Engkau dari terinjak namaMu.  Demi Allah, aku akan membersihkan nama-Mu”.  Lalu beliau mengambilnya dan membersihkannya, kemudian menggantungkannya.  Ketika tidur, beliau mendengar seseorang mengatakan padanya ”Wahai orang yang telah membersihkan nama Allah, sungguh Dia akan membersihkan namamu”.  Allah pun mengangkatnya menjadi salah seorang yang ternama.
Orang-orang meminta kepada Sa’id bin Musayyib, ketika beliau sedang sakit, agar berkenan menyebutkan kepada mereka hadits Rasulullah SAW, lalu beliau berkata ‘Tolong dudukkan aku”.  Mereka berkata, “engkau ini sedang sakit”, lalu beliau menjawab “Apakah nama Rasulullah akan disebutkan, sementara aku hanya terbaring?!”
Imam Malik pernah menyampaikan di Masjid Nabawi, lalu beliau disengat kalajengking sehingga wajahnya nampak mulai berubah.  Ketika telah selesai, ditanyakan pada beliau “Apa yang terjadi dengan Tuan ?”  Beliau menjawab, “Aku disengat kalajengking.”  Mereka berkata “Kenapa Tuan tidak memotong
(menghentikan terlebih dulu) penyampaian hadits?”  Beliau menjawab “Apakah aku hendak memotong hadits Nabi hanya demi seekor kalajengking?”
Semoga kita bisa mengambil manfaat dan pelajaran darinya.
Sumber : Pesona Cinta oleh ‘A’idh al-Qorni (koleksi pribadi)

Nasihat Syamith bin ‘Ajlan

“Sesungguhnya seorang Mukmin akan mengatakan kepada jiwanya, ‘Sesungguhnya, kehidupanmu hanyalah tiga hari. Telah berlalu hari kemarin beserta peristiwa yang ada di dalamnya dan esok adalah sebuah harapan yang boleh jadi engkau, wahai jiwa, tidak akan mendapatkannya. Ia adalah harimu. Apabila engkau termasuk penghuni hari esok maka Pemilik hari esok akan datang dengan rezeki hari esok, namun jika esok hari tidak ada lagi siang dan malamnya, berarti para jiwa akan mati pada hari itu. Dan, boleh jadi engkau adalah di antara yang mati pada saat itu. Setiap hari telah cukup dengan kekhawatirannya. Kemudian, engkau membawa kekhawatiran waktu, tahun, abad kepada hatimu yang lemah, membawa kekhawatiran nilai murah atau mahal, tiba serta kekhawatiran musim panas sebelum muslimnya datang. Lalu, apa yang tersisa dari hatimu yang lemah ini untuk akhirat? Surga tidak akan menuntut hal demikian. Kapankah engkau akan menghindar dari Api Neraka? Setiap hari ajalmu berkurang, namun engkau tidak merasa bersedih. Engkau telah diberi kecukupan, namun engkau malah meminta yang lebih. Engkau tidak puas dengan yang sedikit dan tidak merasa cukup dengan yang banyak. Bahkan sungguh sangat mengherankan, mengapa bisa orang yang menyakini adanya negri Akhirat, terkuras habis tenaganya untuk meraih negri fatamorgana (dunia)’.” (Shifatu Ash-Shafwah: II/339)

REFLEKSI DIRI : YANG TERTIPU DUNIA

Selayaknya orang yg akan melakukan perjalanan jauh, tentu ia akan mempersiapkan bekal sebaik-baiknya agar jangan sampai terjadi kesukaran di perjalanan dan sampai di tujuan yang diinginkan.  Sesuatu yg pasti bahwa kita akan mati dan perjalanan menuju kehidupan lain akan kita jalani.  Adakah kita sudah mempersiapkan bekal sebaik-baiknya, sedangkan kita tak pernah bisa kembali untuk mengambil bekal yang tertinggal atau untuk menambah bekal yang tak mencukupi ?  Habis waktu, tenaga, daya dan upaya untuk mengumpulkan harta yang tak kita bawa, sebagian waktu bahkan terbuang percuma untuk yang tak bermanfaat.  Kita lakukan semua demi orang-orang yg kita cintai, yang tak akan menemani ketika kita masuk ke lubang sempit tertimbun tanah dan menjadi santapan cacing. Sedang kita melupakan hari perjumpaan dengan Sang Maha Penyayang, yang memberi kita makan ketika lapar, memberi minum ketika haus, memberi pakaian untuk menutupi malu, dan yang menyembuhkan ketika sakit. Bukankah Dia lebih layak mendapat semua pengabdian kita ?
Sedikit sekali kita sisihkan waktu tuk persiapkan bekal  perjalanan menemui-Nya, hanya di sisa-sisa waktu yang ada.
Adakah kita ini orang yang cerdas ataukah sebaliknya ? atau hanya seorang yang tak tau diri ?
Sudah seringkali Allah mengingatkan bahwa dunia itu hanya kesenangan yang memperdaya, yang melenakan, tapi kenapa masih saja kita tertipu ?

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.  Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.  Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan.  Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (QS Ali ‘Imran : 185)

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (QS Al Hadid : 20)

ONLINE SAFETY RULES FOR KIDS

Kemajuan teknologi informasi selain memberikan berbagai manfaat dan kemudahan, juga berdampak sebaliknya. Banyak kasus kriminalitas memanfaatkan teknologi ini, terutama pada anak dan remaja yang terkadang masih belum menyadari berbagai risiko yang dihadapi. Telah banyak terjadi kasus cybercrime pada anak, terutama di negara-negara maju, antara lain penculikan, perkosaan, perampokan hingga yang berakibat fatal seperti pembunuhan serta bunuh diri akibat cyberbullying (cyberbullying adalah tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang mencoba melalukan ancaman, mengusik atau mempermalukan orang lain dengan menggunakan internet atau ponsel). Kanada, sbg ct, adalah negara yang pertama kali memberikan akses gratis internet di semua sekolah. Selain berdampak positif, ini juga meningkatkan angka kriminalitas terkait kejahatan dunia maya pada anak. Karenanya dibentuk salah satu divisi kepolisian yang menangani kasus terkait cybercrime pada anak, termasuk membuka hotline service untuk menerima pengaduan anak.
Sebagai orangtua, kita wajib membekali anak dengan berbagai rambu dan menerapkan aturan yang disepakati bersama untuk berselancar di dunia maya.
Jelaskan pada anak tentang aturan main ketika online. Ajarkan pada anak untuk tidak mempercayai seseorang yang dia kenal melalui internet, karena mungkin orang tersebut memberikan identitas palsu dengan tujuan tertentu. Aturan ini tidak berbeda dengan yang berlaku di dunia nyata, yaitu jangan pernah percaya terhadap orang asing. Jelaskan pada anak tentang contoh kasus cyber crime serta berbagai risiko serta bahaya yang dapat terjadi ketika online. Minta anak untuk berjanji hal-hal berikut : (tulis pada selembar kertas, ditandatangani oleh anak dan orangtua dan ditempel di dekat komputer atau meja belajar anak) :

  1. Saya tidak akan pernah memberikan informasi pribadi apapun tanpa persetujuan orang tua. Termasuk : nama, nomor telepon, alamat rumah, email, lokasi sekolah, pekerjaan, alamat kantor, no telp orang tua, no kartu kredit serta foto diri. Ini diterapkan di aplikasi manapun di internet, termasuk email, chat rooms, newsgroups – bahkan untuk situs yang menawarkan produk gratis atau hadiah menarik, atau pada situs pribadi yang saya buat sendiri.
  2. Ketika menggunakan internet, saya akan selalu menggunakan nama alias atau nama panggilan yang tidak menunjukkan apakah saya lelaki atau perempuan.
  3. Ketika membuat password, saya akan menggunakan yang sulit untuk ditebak tetapi mudah untuk saya ingat. Untuk menghindari agar tidak dicuri, saya tidak akan memberitahukannya kepada siapapun (kecuali orangtua) termasuk kepada sahabat saya.
  4. Saya tidak akan memberikan respon kepada pesan apapun yang membuat saya merasa tidak nyaman. Saya akan menunjukkan kepada orang dewasa (orangtua, guru) segera
  5. Saya akan berencana bertemu dengan teman yang saya kenal di internet hanya jika diijinkan dan didampingi oleh orang tua.
  6. Saya tidak akan mengirim pesan/komen yang mengganggu atau kasar kepada siapapun secara online. .
  7. Saya tidak akan menonaktifkan (disable) filtering software apapun yang dipasang oleh orangtua di komputer.
  8. Saya tidak akan membuka email, files, links, gambar atau game dari orang yang tidak saya kenal atau saya percaya. Saya akan selalu bertanya dulu kepada orangtua.

Orangtua pun harus berjanji untuk memantau kegiatan anak di internet dan menyediakan waktu untuk menemani anak bertemu teman barunya dari dunia maya.
Untuk situs jejaring sosial, minta pada anak untuk tidak sembarangan mengconfirm permintaan pertemanan atau menambahkan sebagai teman, orang yang tidak dikenal sebelumnya. Juga atur agar tidak semua bisa melihat profil anak tetapi batasi hanya pada teman saja atau hanya yang benar-benar dipercaya. Akan lebih aman jika anak tidak meng-upload foto pribadinya ke internet, dan jika dilakukan, batasi kpd siapa foto tsb dishare. Orangtua juga harus selalu memantau kegiatan anak ketika dia online, baik saat browsing atau aktivitas lainnya seperti di situs jejaring sosial, game online, chat room dll.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orangtua untuk gagap teknologi sehingga tidak paham apa saja yang dilakukan anaknya di dunia maya dan tidak menyadari bahaya dan risiko yang mengancam anaknya.

Ponsel, Radiasi dan Kesehatan Anak

Saat ini anak tumbuh di lingkungan radiasi frekuensi radio yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Di Amerika saja, sekitar 20 juta anak di bawah usia 14 tahun memiliki ponsel. Ilmuwan dan pembuat kebijakan di negara2 dgn tekn cerdas spt Finlandia makin peduli bahwa penggunaan alat-alat ini membahayakan otak. Case plastik baby rattle iPhone melindungi layar kaca ponsel agar tidak pecah ketika digigit oleh bayi, tetapi tidak melindungi otak bayi dari radiasi gelombang mikro digital.
Perkembangan wireless gadget mengabaikan isu kesehatan kritis untuk wanita hamil, pria yang berkeingingan memiliki anak, dan juga anak-anak itu sendiri. Bukti ilmiah menunjukkan radiasi non-pengion atau gelombang mikro merusak otak dan sperma pada binatang percobaan.
Ponsel adalah radio gelombang mikro dua jalur dengan getaran intermittent dan tidak stabil, tidak seperti oven microwave yang beroperasi pada frekuensi yang tetap. Radiasi gelombang mikro yang lemah dan tak teratur dari ponsel dan tablet tidak dapat secara langsung memecah ikatan molekuler, tetapi dapat mengacaukan DNA, melemahkan penghalang pelindung pada otak dan melepaskan radikal bebas yang merusak dan reaktif. Otak anak yang berusia 5 tahun, baik yang sehat atau tidak, dibungkus oleh tengkorak yang tipis dan mengandung lebih banyak cairan dibanding otak orang dewasa. Sumsum tulang di kepala anak menyerap radiasi 10 kali lebih banyak dibanding orang dewasa, bayi dan anak di bawah 3 tahun bahkan menyerap lebih banyak lagi.

Beberapa orangtua memuji aplikasi untuk bayi seperti One Fish Two Fish, Peekaboo Farm, dan Twinkle Twinkle Little Star yang sebenarnya hanya menggelikan dan membingungkan bayi. The American Academy of Pediatrics mengingatkan bahwa anak-anak lebih membutuhkan waktu untuk berinteraksi secara nyata daripada berinteraksi dengan layar, lebih membutuhkan pangkuan dan dekapan daripada berbagai aplikasi dlm ponsel.
Kemampuan untuk belajar bagaimana mengucapkan berbagai kata serta belajar berpikir bahwa yang lain perlu untuk memegang, meraba, mencium,melihat dan mendengarkan orang yang nyata dan tidak dapat digantikan dengan teknologi yang berbahaya ini.
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengguna ponsel secara teratur setengah jam sehari atau lebih selama sepuluh tahun meningkatkan risiko kanker otak dua kali lipat, dan mereka yang memulai penggunaan ponsel pada usia belasan memiliki risiko empat hingga lima kali lipat dalam jangka waktu kurang dari sepuluh tahun. Paparan terhadap radiasi dari ponsel juga memegang peran penting bagi berbagai masalah lain, seperti berkurangnya atensi dan pendengaran, autisme, perubahan perilaku, insomnia, berdengingnya telinga (tinnitus), Parkinsons, Alzheimer’s dan berbagai gangguan sistem saraf lainnya.
Temuan lain dikemukakan oleh Prof. Nesrin Seyhan, dari Biophysics Department, Gazi University, Ankara, Turkey, menunjukkan paparan pada masa kehamilan tikus dan kelinci menghasilkan sel-sel otak yang lebih sedikit, dan mereka yang mampu bertahan hidup mengalami berbagai gangguan pada otak, ginjal, sistem reproduksi dan mata.
Riset lain pada proyek European Union Reflex menemukan bahwa paparan radiasi ponsel secara langsung merusak sel-sel otak manusia.
Penelitian yang dilakukan oleh dua kelompok ahli kesehatan reproduksi pria, Prof. Ashok Agarwal dari Cleveland Clinic dan Sir Robert John Aitken dari Australia’s Newcastle University, menyatakan bahwa sperma manusia yang terpapar radiasi ponsel mati tiga kali lebih cepat, dan berenang lebih buruk secara signifikan, lebih terdeformasi (mengalami perubahan bentuk) serta lebih mengalami kerusakan perkembangan secara signifikan pada sperma DNA. Oleh karena itu lebih bijaksana jika tidak menyimpan ponsel di kantong dan menghindarkan kontak dengan bagian perut wanita hamil dan dengan anak remaja. Ini seharusnya menjadi anjuran medis standar.
Tidak diketahui dosis standar yang aman dari radiasi ponsel bagi wanita hamil, bayi, anak-anak dan pria yang ingin memiliki anak. Semua peringatan keamanan untuk ponsel (contoh : jaga jarak 2.54 inchi (± 6,5 cm) dari daerah perut) disimpulkan dari kelompok orang yang berkomunikasi dengan ponsel kurang dari setengah jam per hari. Rata-rata berat kepala anak tiga tahun setengah dari standar yang digunakan.
Ponsel hanya salah satu sumber paparan radiasi gelombang mikro. iPads dan sistem tablet nirkabel lain mengeluarkan radiasi juga, meskipun iPads memiliki sensor otomatis yang mengurangi radiasi ketika alat tersebut digunakan dekat dengan tubuh. safety material iPad merekomendasikan pengguna memegang alat tersebut 8 inchi (±20 cm) dari tubuh orang dewasa, suatu jarak yang jauh melebihi jangkauan lengan sebagian besar anak batita. Namun bahkan saat ini bayi dan anak batita belajar membaca dari perangkat ini dan tertidur dengan bunyi yang dimainkan dari ponsel yang diletakkan di bawah bantal yang dikoneksikan dengan wireless routers.
Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dari emisi radiasi gadget high-tech?
Ketika menggunakan piranti elektronik, peringatan keamanan (yang seringkali letaknya tersembunyi) harus diperhatikan, ingatlah : jarak adalah teman kita (lebih aman jarak lebih jauh)
• JAngan memegang ponsel secara langsung di kepala, gunakan headset atau speakerphone untuk berbicara dengan ponsel.
• Wanita hamil seharusnya menjauhkan ponsel dari area perut, pria ygn ingin memiliki anak jangan menyimpan ponsel di saku.
• Jangan membiarkan anak bermain dengan ponsel. Anak yang lebih dewasa semestinya menggunakan headset ketika berbicara melalui ponsel.
• Matikan wireless router pada malam hari untuk meminimalkan paparan radiasi.
• Perbanyak mengkonsumsi sayuran hijau dan tidur malam di ruang gelap untuk meningkatkan proses alami perbaikan DNA yang mungkin telah rusak karena radiasi.

http://healthychild.org/blog/comments/011812_cell_phones_radiation_your_childs_health/#ixzz1kBAylqrQ

Workshop Pengembangan Website Jurnal Ilmiah Online World Class University Program for Improvement of Diponegoro University Website

Salatiga, Grand Wahid Hotel, 21 – 23 Okt 2010

Telah diadakan pelatihan tentang pengelolaan jurnal online di lingkungan UNDIP, diikuti 100 peserta dari berbagai fakultas dan program studi serta program pasca sarjana yang telah memiliki jurnal ilmiah yang siap untuk dipublish secara online. Dari Program Magister Kesehatan Lingkungan, dikirim 2 orang (Yusniar dan Tri Ratna) mewakili Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.  Diharapkan pengelolaan jurnal ilmiah secara online di lingkungan Undip dapat mendukung program pengenmbangan WCU

Toxic Before You're Born

Five years ago Molly and Zachery Gray were in the midst of a dark, lonely spiral. It began with Molly’s first miscarriage.

“It was a really emotional process of being so joyful and so happy and ready to make that step into parenthood and that being pulled away from you,” said Molly, 32. “[The pregnancy is] happening and all of a sudden it’s gone. It’s really hard.”

After a second miscarriage the Grays were on a desperate hunt for answers. After Molly got pregnant a third time, she heard about a small study to test the blood of pregnant women for chemicals. She signed up.

The Grays wondered, as many do, if chemicals in the environment could be to blame. The science on this matter cannot yet give them an answer.

Read the entire article here:
http://www.cnn.com/2010/HEALTH/06/01/backpack.cord.blood/index.html?hpt=…

Revisi Alamat Email

Untuk penugasan dan lain-lain harap dikirim ke :

darundia@gmail.com

atau ke

darundia@hotmail.com

ancaman kanker dari pengharum ruangan

Suara Merdeka CyberNews 14 Mei 2009

PENGGUNAAN pengharum ruangan (air freshener) makin menjadi kebutuhan masyarakat seiring dengan berubahnya gaya hidup maodern yang serbapraktis. Tidak saja digunakan di ruang kerja, alat transportasi seperti mobil, bus, dan kereta api, serta rumah-rumah tinggal pun kerap memakainya.

Di AS, lebih dari 80 persen rumah tangga menggunakannya dalam berbagai bentuk, seperti air freshener, plug-in room deodorizer, odor neutralizer, air sanitizer, room spray, dan lilin aromaterapi. Tujuannya agar rumah menjadi lebih segar dan harum. Sayangnya, kita tak menyadari ada racun dalam udara yang dihirup.

Hasil riset Natural Resources Defense Council (NRDC) AS menunjukkan, pengharum ruangan sintetis justru mengisi rumah dengan bahan kimia berbahaya. Produk ini sama sekali tidak menghilangkan odor (bau/aroma), tetapi menggunakan beberapa cara untuk membuat kita menyangka baunya sudah hilang.

NRDC melakukan pengujian pada 14 produk pengharum ruangan, termasuk yang berlabel all natural, dan menemukan hampir semua (kecuali dua produk) mengandung phtalate, yaitu bahan kimia sintetik yang dapat mengakibatkan asma, gangguan endokrin, dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya. Phtalate diketahui mengganggu produksi hormon dan testosteron. Anak-anak dan bayi rentan terhadap bahan ini.

Pemerintah California juga menyatakan, lima jenis phtalate —termasuk yang ditemukan pada air freshener— dapat berakibat gangguan reproduksi atau cacat bawaan. Kandungan phtalate yang ditemukan berkisar 0,12 – 7.300 ppm, suatu jumlah yang luar biasa.

Hasil penelitian lainnya yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyebutkan, penggunaan pengharum dalam bentuk spray sangat meningkatkan risiko serangan asma.

Kesimpulannya, pengharum ruangan seharusnya tidak digunakan dalam rumah sehat. (Yusniar Hanani D STP MKes, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip-32)

#://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/05/14/63436/Ancaman.Kanker.dari.Pengharum.Ruangan

Toxic Chemicals in Perfume and Cologne

A rose may be a rose. But that rose-like fragrance in your perfume may be something else entirely, concocted from any number of the fragrance industry’s 3,100 stock chemical ingredients, the blend of which is almost always kept hidden from the consumer.

Makers of popular perfumes, colognes and body sprays market their scents with terms like “floral,” “exotic,” or “musky,” but they don’t disclose that many scents are actually a complex cocktail of natural essences and synthetic chemicals – often petrochemicals. Laboratory tests commissioned by the Campaign for Safe Cosmetics and analyzed by Environmental Working Group revealed 38 secret chemicals in 17 name brand fragrance products, topped by American Eagle Seventy Seven with 24, Chanel Coco with 18, and Britney Spears Curious and Giorgio Armani Acqua Di Gio with 17.

The average fragrance product tested contained 14 secret chemicals not listed on the label. Among them are chemicals associated with hormone disruption and allergic reactions, and many substances that have not been assessed for safety in personal care products.

Also in the ranks of undisclosed ingredients are chemicals with troubling hazardous properties or with a propensity to accumulate in human tissues. These include diethyl phthalate, a chemical found in 97 percent of Americans (Silva 2004) and linked to sperm damage in human epidemiological studies (Swan 2008), and musk ketone, a synthetic fragrance ingredient that concentrates in human fat tissue and breast milk (Hutter 2009; Reiner 2007).

Read more : №://www.ewg.org/notsosexy

  • Categories

  • Archives

Skip to toolbar